Showing posts with label Japanese cuisine. Show all posts
Showing posts with label Japanese cuisine. Show all posts

Omurice : Nasi goreng dibungkus telur dadar

Masakan Indonesia yang paling populer di mancanegara adalah nasi goreng. Tetapi, nasi goreng tidak hanya ditemukan di Indonesia. Di Jepang, makanan yang mirip seperti nasi goreng disebut  chaahan. Diadaptasi dari nasi goreng ala Chinese food tapi disesuaikan dengan selera orang Jepang dengan menambahkan sayuran seperti kacang polong dan irisan wortel.

Seiring perkembangan,sajian chaahan dimodifikasi menjadi omurice (ejaan Jepang : omu raisu). Terdiri dari omelette (telur dadar), nasi goreng dan diberi topping saus tomat (sumber : wikipedia) . Dalam penyajiannya, nasi goreng dibungkus dengan telur dadar yang agak tebal. Omurice kemudian berkembang lagi menjadi berbagai varian. Ada yang dicampur daging,  sosis, dan juga ada yang diberi kuah kari.

Yang di bawah ini adalah omurice versi dapur mungil :D Tidak pakai topping saus tomat. Nasi goreng-nya sesuai selera orang Indonesia, pedas-gurih-manis. Minimalis tanpa daging ataupun seafood. Enjoy it !

Yang pengen coba masak nasi goreng selera dapur mungil, intip bumbunya di sini ya...;)

MFM2 November 2009 - Shiratama Zenzai

Sekarang Dapur Mungil dah berani buka cabang lho.... Silahkan berkunjung ke sana. Kalo kelihatan agak-agak garing, mohon dimaafkan ya... Soalnya belum sempat nge-dandani cabang baru itu :)

Shiratama zenzai, mungkin nama ini agak jarang terdengar. Memang makanan ini tidak sepopuler sushi, sashimi, teriyaki ataupun makanan Jepang lainnya tapi saya yakin rasa shiratama zenzai bisa diterima oleh lidah orang Indonesia. Biasa disajikan sebagai dessert dalam kondisi dingin ataupun hangat di segala musim. Tinggal disesuaikan aja, kalo pas musim dingin disajikan hangat kalo musim panas ya sebaliknya.

Soal rasa, mirip seperti bubur kacang merah (dalam bahasa Jepang : zenzai) tapi ditambah mochi balls (shiratama). Mungkin kalo di Indonesia hampir seperti bubur candil. Jaman sekarang penyajian shiratama zenzai sudah banyak divariasikan. Misalnya dengan menambahkan topping es krim, atau whipped cream dengan tambahan buah potong. Buat entry ini saya sajikan yang klasik aja ya... :D

Yuuk ah, silahkan dicicip. Yummy lho....

Bahan shiratama :
100 gr mochi kona (tepung ketan)
80 ml air hangat

Cara membuat :
Campur tepung dan air, aduk rata. Bentuk bulat pipih kurleb diameter 2 cm. Rebus di dalam air mendidih hingga terapung, angkat dan rendam di dalam air dingin selama 5-10 menit lalu tiriskan. lakukan hingga semua adonan habis.

Bahan Zenzai :
200 gr azuki (kacang merah), dicuci bersih
130 gr gula pasir
1/2 sdt garam
600 ml air (takaran ini pake panci presto, kalo masak biasa silahkan disesuaikan airnya ya..)

Cara membuat :
-Masak kacang merah dan air dengan panci presto selama 5 menit dengan api besar, setelah itu lanjutkan dengan api sedang selama 3 menit. Tambahkan gula dan garam, masaka lagi dengan api sedang selama 3 menit. Matang dan empuk deeh...
-Kalo cara biasa, rebus kacang merah dengan air banyak hingga empuk seperti merebus kacang hijau. Trus tambahkan gula dan garam, tambahkan air hangat bila perlu.

Untuk : 8 porsi

Ume Hana Makizushi

It's sushi time...!!
Sebelumnya saya pernah posting tentang makizushi dengan motif bunga tulip. Nah kali ini, motifnya bunga ume. Yang ngajarin masih Kiyono sensei.
Ume dalam bahasa Jepang berarti plum. Apa ya terjemahan yang cocok untuk 'plum' dalam bahasa Indonesia??

Kalo tertarik ingin membuat ume hana makizushi ini, resep dan bahan masih sama seperti sebelumnya. Hanya saja ada sedikit bahan tambahan untuk yang berwarna pink yaitu, denbu (serutan ikan yang dicampur pewarna dan rasanya manis) atau yukari (bubuk daun akajiso yang telah dikeringkan). Kalo kedua bahan tersebut tidak ada, bisa diganti dengan pewarna makanan. Trus ada juga takuan (asinan lobak), yang warna kuning di tengah nasi berwarna pink. Takuan juga bisa diganti dengan bahan lain seperti nanas, bengkoang atau apa aja deh yang cocok dipadu-padankan dengan rasa nasi sushi (asam-manis) dan kontras dengan warna disekelilingnya.

Cara membuatnya:
a. Campur larutan cuka dengan nasi sehingga menjadi nasi sushi (sushi meshi).
b. Ambil sedikit nasi sushi, tempatkan dalam wadah lain dan campur dengan denbu/yukari/pewarna makanan sampai diperoleh warna pink yang diinginkan.
c. Selanjutnya silahkan perhatikan gambar step by step di bawah ini :)

Keterangan gambar : menyusul ya.... Hehehe ;)

Miso Nabe Ryouri

Nabe ryouri termasuk hidangan hot pot tradisional Jepang. Nabe itu berarti panci/cooking pot. Biasanya masakan nabe (nabemono) menggunakan panci yang terbuat dari tanah liat. Menu ini dinikmati saat musim dingin karena disajikan dalam keadaan panas. Ada bermacam variasi masakan nabe, lengkapnya baca aja di sini.

Sebenarnya saya dah sering masak menu ini tapi menggunakan panci biasa, bahan-bahannya ga bisa teratur seperti kalau menggunakan nabe dari tanah liat (donabe) jadi ga menarik buat dipotret. Sekarang dah dapat donabe yang harganya terjangkau, makanya baru posting deh.

Kali ini saya pake miso paste untuk bumbu kuahnya. Kalau isinya, sesuai selera aja. Yang penting banyak sayuran dan ga ketinggalan jamur. Sayuran yang sering dipake sawi putih, aneka jamur, daun bawang besar, lobak juga wortel. Tapi karena suami ga terlalu suka sawi putih jadi saya ganti dengan hourenso (bayam Jepang). Sebagai sumber protein, saya pake ikan tongkol/maguro yang ada tulang dan tofu.

Ayoo... makan nabe ryouri anget-anget, slurp ;)

Bahan Kuah :
800 ml air
4 sdm munjung miso paste
1,5 sdt hon dashi (kaldu ikan instant)

Bahan isi :
4 potong ikan tongkol
1 bks tofu (250 gr), dipotong dadu
1 bks hourenso, cuci bersih
1 batang daun bawang besar, iris serong 5 cm
1 bks jamur shimeji, cuci bersih
Lobak secukupnya, diiris lalu panaskan di microwave selama 40 detik (biar cepat empuk)

Cara membuat :
1. Atur bahan isi di dalam nabe. Sisihkan. Usahakan teratur rapi biar enak dilihat dan menambah selera :D
2. Dalam wadah lain, larutkan miso paste dengan sedikit air.
3. Masukkan larutan miso ke dalam nabe, masukkan pula sisa air tadi. Lakukan pelan-pelan supaya bahan-bahan yang sudah diatur rapi ga jadi berantakan.
4. Tambahkan hon dashi.
5. Nyalakan api kompor, tutup pancinya/nabe. Masak hingga mendidih.
6. Siap dinikmati selagi hangat.

Tulip Hana Makizushi

Siapa yang belum tahu sushi tunjuk jari..!
Sushi itu makanan Jepang yang sudah terkenal dimana-mana. Sushi berarti nasi yang dicampur dengan asam cuka. Ada beberapa tipe sushi, lebih jelasnya baca di sini ya.

Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman sempat belajar membuat hana makizushi bersama Kiyono sensei. Baru sempat posting sekarang karena baru selesai mengedit foto-fotonya. Dalam bahasa Jepang, hana berarti bunga. Makizushi terdiri dari gabungan kata maki yang berarti gulung/menggulung dan kata sushi. Menurit kaidah bahasa Jepang, kata "sushi" bila bergabung dengan kata lain yang mengawalinya, spelling-nya menjadi "zushi". Sehingga hana makizushi berarti sushi gulung yang berbentuk bunga.

Waktu itu kita belajar beberapa bentuk hana makizushi dan yang paling sulit untuk dibayangkan yang berbentuk bunga tulip ini, tapi setelah melihat langsung cara pembuatannya ternyata tak sesulit yang dibayangkan. Yang lainnya cukup mudah, kalo menurut saya. Hehehe... Nanti deh, bentuk bunga lainnya kalo pas bikin sendiri akan saya coba membuat foto step by step pembuatannya. Just wait and see... :D

Bahan dasar sushi gulung ( untuk 5 cup beras Jepang, 1 cup @ 180 cc):
100 cc cuka sushi (bisa diganti cuka apel kalo di Indonesia)
2 sdm gula pasir
1 sdm garam halus
(gula dan garam tersebut sebagai pengganti mirin yang tidak "aman" untuk saya konsumsi)

Tambahan untuk membuat tulip hana makizushi:
Nori yang lebar secukupnya
Timun hijau, diiris sehingga menjadi 1/2 lingkaran tanpa menyertakan bijinya
Smoked salmon (bisa diganti sosis atau wotel yang dibelah menjadi seukuran jari kelingking)
Horensho direbus hingga layu (bayam Jepang, atau sayuran hijau lainnya)
Peralatan yang diperlukan :
Makisu, sumpit besar.

Cara membuat :
1. Masak nasi seperti biasa dengan rice cooker sampai matang. Kalo tidak ada beras Jepang, bisa diganti dengan campuran beras biasa dan ketan.
2. Sementara itu campur cuka dengan gula dan garam, aduk hingga gula dan garam larut.
3. Siapkan nampan atau wadah untuk tempat mengaduk nasi dan campuran cuka. Lalu campur cuka dan nasi yang masih hangat. Aduk hingga benar-benar rata.
4. Nasi sushi siap digunakan.

Sekarang lanjut cara membuat tulipnya ya...

1. Di atas makisu letakkan selembar nori. Beri nasi sushi, ratakan hingga menutupi permukaan nori (tidak perlu tebal-tebal) dengan menyisakan kurleb 0,5 cm pada ujung kiri dan kanan tanpa diberi nasi. Perhatikan gambar A.
2. Buat 2 gundukan nasi menyerupai gunung ditengahnya (gambar B).
3. Tutupi gunung dengan selembar nori, supaya tengahnya rapat tekan dengan bantuan sumpit besar. Ratakan nori hingga menutup samping gundukannya (gambar C).
4. Isi tengah gundukan dengan smoked salmon ( atau penggantinya) dan horensho rebus (gambar D). Letakkan satu potongan timun pada masing-masing sisi gundukan (gambar D-1 yang ada di bagian bawah).
5. Gulung sushi tersebut dari arah yang sejajar dengan gundukannya sambil sedikit ditekan agar padat (gambar E), sehingga setelah digulung bentuknya menjadi seperti yang terlihat pada gambar F.
6. Makizushi siap dipotong. Hasil potongannya seperti foto yang paling atas.

Sedikit tips supaya nasi sushi ga nempel-nempel di tangan, sebelumnya basahi tangan dengan sedikit asam cuka. Mudah kan???! kalo ada kurang jelas, jangan malu bertanya ya... ;)

Chicken Katsugushi

Pengennya bikin chicken katsu yang bagian dalamnya juga ikut kriuk-kriuk. Kalo chicken katsu beneran, biasanya bagian dalam kurang kriuk-kriuk. Jadilah ayamnya saya potong kecil-kecil. Kalo potongan kecil aja yang digoreng, kok kayaknya kurang menarik gitu loh. Makanya saya tusuk pake kushi (skewer, tusuk sate). Dan namanya pun disesuaikan menjadi katsugushi.

Resepnya sudah dimodifikasi dari berbagai sumber dan saya ga pake terigu. Untuk sausnya pake sambal botol atau sambal kacang. Wah kalo dah begini, jadi lintas negara deh rasanya. Soalnya japanese cuisine kayaknya ga ada deh yang pake sambal. Hihihi... sabodo teuing ah, yang penting maknyuuus!

Bahan :
500 gr ayam boneless (kurleb 3 potong)
1 butir telur
2 sdm kecap ikan/fish sauce (optional)
Garam secukupnya
Tepung panir secukupnya
Minyak untuk menggoreng

Bumbu halus :
2 siung bawang putih (bisa diparut)
2 cm jahe (bisa diparut)
1 sdt merica bubuk

Cara membuat :
1.Ayam dipotong bentuk dadu kurleb 3x3 cm -seperti membuat sate-. Cuci sampai bersih lalu tiriskan.
2.Kocok telur dengan garpu, masukkan kecap ikan, bumbu halus dan garam.
3.Masukkan potongan ayam ke dalam kocokan telur dan bumbu tadi. Aduk-aduk. Diamkan kurleb 15 menit agar bumbu meresap.
4.Ambil potongan ayam yang telah diberi bumbu, baluri dengan tepung panir. Lakukan hingga potongan ayam habis. -kalo mau cepat, saring ayam agar terpisah dari bumbu dan telor. Lalu campur dengan tepung panir-.
5.Goreng potongan ayam sampai kunging kecoklatan. Setelah itu baru ditusuk pake kushi/tusuk sate.
6.Sajikan dengan sambal botol/sambal kacang dan lalapan.

Sake no Oyakodon

Sake di sini bukan minuman beralkohol lho.... Sake adalah ikan Salmon dalam bahasa Jepang, kalo yang minuman itu biasanya o-sake. Harap dibedakan ya! Oya berarti orang tua, ko berarti anak dan don disini berarti donburi/bowl (mangkuk) tempat nasinya. Oyakodon secara keseluruhan berarti ortu dan anak berada di dalam satu bowl. Di sini yang jadi ortu, ikan salmon dan ikura (telur salmon) adalah simbol anaknya. Selain itu, nasi yang diberi ayam dan telur juga disebut oyakodon.

Sake no oyakodon ini saya buat dengan takaran yang serba dikira-kira. Ya tinggal dikira-kira aja gimana yang pas menurut selera. Hehehe....

Bahan :
Nasi putih secukupnya
Smoked Salmon, disuwir-suwir
Ikura (telur salmon)
Kizami nori (Nori yang sudah diiris)
Asam cuka + air gula (saya ga pake)

Cara membuat :
Tata nasi putih di dalam donburi (bowl). Taburi salmon suwir, ikura dan paling atas kizami nori. Jadi deeeh..... Sajikan dengan sup misoshiru. Gampang kan?!
Seharusnya, nasi putih diberi campuran cuka dan gula lalu diaduk hingga rata. Tapi ini versi selera saya.

Yasai Tempura

Menurut saya, tempura itu sama dengan gorengan seperti di Indonesia. Ada macam-macam tempura: ikan, udang, cumi dan yasai tempura (tempura sayuran). Yasai tempura, bahannya bisa pake aneka sayuran yang digoreng dengan lapisan tepung+air es+telor. Walaupun tepung pelapisnya banyak tersedia di toko/supermarket trus tinggal ditambah air es, kalau bikin sendiri juga ga sulit kok. Seperti tempura lainnya, yasai tempura biasanya dimakan dengan nasi trus di lengkapi saus tempura (tentsuyu). Kalau ga ada tentsuyu bisa aja diganti dengan saus tomat atau sambal. Resep tentsuyu sudah pernah di-posting di sini.

Bahan sayuran (sesuai selera)
kali ini saya pake : Buncis, ubi merah, kabocha, terong, jamur.

Bahan pelapis :
100 gr terigu
1 butir telor
120 cc air es
Sedikit garam (optional)

Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
1. Bersihkan sayuran. Kabocha, ubi dan terong diiris tipis.
2. Buat pelapis : campur semua bahan, aduk hingga rata seperti membuat tepung pelapis pisang goreng.
3. Celupkan masing-masing sayuran dengan bahan pelapis, lalu goreng di dalam minyak panas sampai matang. Sebaiknya gunakan minyak jagung atau biji bunga matahari supaya tepung pelapisnya benar-benar garing/crispy.

Negidako to Tentsuyu

Takoyaki biasanya dimakan sama saus dan mayones. Tapi salah satu kedai terkenal juga menawarkan menu takoyaki pake irisan daun bawang (negidako) yang dilengkapi saus tempura. Saya yang memang ga suka saus takoyaki dapat alternatif baru untuk menikmati takoyaki karena biasanya saya cuma pake mayones aja.


Bahan :
150 gr tepung untuk takoyaki
450 ml air
1 butir telur (M size)
60-80 gr gurita (tako) yang sudah direbus
1 sdm olive oil
150 gr agedama, jahe parut dan irisan daun bawang

Tentsuyu daikon oroshi:
Resepnya dari sini tapi mirin saya ganti dengan 3 sdm jus apel + gula merah.
2 sdm parutan lobak


Pelengkap :
Irisan daun bawang
Katsuo bushi

Cara membuat :
1. Campur tepung, air dan telur. Aduk yang rata dan tambahkan olive oil, sisihkan.
2. Potong gurita kira-kira sebesar 1 ruas jari, sisihkan.
3. Panaskan loyang takoyaki. Olesi dengan sedikit minyak goreng.
4. Setelah loyang panas, tuang adonan kulit (tepung) sampai 3/4 kedalaman loyang, masukkan potongan gurita lalu taburi agedama, parutan jahe dan irisan daun bawang.
5. Lihat bagian bawah kulitnya, kalau sudah cukup kering dibalik ke bagian atas sambil bagian permukaan yang penuh taburan tadi dirapikan agar isinya tidak berhamburan keluar.
6. Panggang sampai semua bagian kulit mengering atau tidak lengket di loyang. Lakukan terus sampai semua adonan habis.
7. Tentsuyu : bahan-bahan direbus sampai mendidih kecuali jus apel baru ditambahkan setelah api kompor dimatikan. Biarkan tsuyu menjadi dingin lalu masukkan parutan lobak.
8. Sajikan takoyaki dengan irisan daun bawang, katsuo bushi dan tentsuyu.


Agedama :tepung tempura yang digoreng jadi kremes.
 
Copyright © 2013. 1000 Aneka Resep Masak