Widaran Keju / Telur Gabus
Bikin kue widaran keju/telur gabus ini lumayan lama kalo dikerjain sendiri trus jadinya banyak. Tapi pas ngabisinnya wouw... jangan tanya deh! Sebentar juga ludes. Kue ini cocok juga lho ngisi toples kue lebaran. Hehehe... lebaran masih jauh ya?! :D
Resepnya dapat dari blog mas Budi. Thanks ya..... Tepungnya pake katakuriko soalnya repot kalo mau beli tepung kanji harus ke toko Thai dulu. Soal rasa, ga berbeda kok. Tetap gurih dan keju banget.
Bahan :
250 gr katakuriko / tepung kanji / sagu
2 butir telur dikocok dengan garpu
50 ml air/santan/susu cair (saya pake air + susu)
50 gr keju cheddar/ edam diparut (saya pake 80 gr/1 pak, nanggung kalo disisain)
1 sdt garam halus
Minyak untuk menggoreng.
Cara membuat :
1. Campur tepung, keju dan garam lalu aduk rata.
2. Masukkan telur dan air+susu sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan bisa dipulung.
3. Siapkan 2 wajan yang berisi minyak goreng (dingin). Ambil sejumput adonan, bentuk dgn kedua telapak tangan hingga berbentuk bulat panjang. Tampung hasilnya di salah satu wajan.
4. Panaskan dengan api kecil wajan yang telah cukup penuh adonan, goreng hingga kuning kecoklatan. Lalu angkat dan biarkan minyak di wajan dingin kembali.
5. Sementara itu lanjutkan lagi membentuk adonan dan tampung di wajan kedua. Demikian seterusnya hingga adonan habis.
6. Simpan kue di wadah kedap udara.
Seperti blog-blog yang lain, akhirnya dapur ini juga kebagian award. Thanks buat mbak Fitta yang udah ngasih award ya....
Resepnya dapat dari blog mas Budi. Thanks ya..... Tepungnya pake katakuriko soalnya repot kalo mau beli tepung kanji harus ke toko Thai dulu. Soal rasa, ga berbeda kok. Tetap gurih dan keju banget.
Bahan :
250 gr katakuriko / tepung kanji / sagu
2 butir telur dikocok dengan garpu
50 ml air/santan/susu cair (saya pake air + susu)
50 gr keju cheddar/ edam diparut (saya pake 80 gr/1 pak, nanggung kalo disisain)
1 sdt garam halus
Minyak untuk menggoreng.
Cara membuat :
1. Campur tepung, keju dan garam lalu aduk rata.
2. Masukkan telur dan air+susu sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan bisa dipulung.
3. Siapkan 2 wajan yang berisi minyak goreng (dingin). Ambil sejumput adonan, bentuk dgn kedua telapak tangan hingga berbentuk bulat panjang. Tampung hasilnya di salah satu wajan.
4. Panaskan dengan api kecil wajan yang telah cukup penuh adonan, goreng hingga kuning kecoklatan. Lalu angkat dan biarkan minyak di wajan dingin kembali.
5. Sementara itu lanjutkan lagi membentuk adonan dan tampung di wajan kedua. Demikian seterusnya hingga adonan habis.
6. Simpan kue di wadah kedap udara.
Seperti blog-blog yang lain, akhirnya dapur ini juga kebagian award. Thanks buat mbak Fitta yang udah ngasih award ya....
Yasai Tempura
Bahan sayuran (sesuai selera)
kali ini saya pake : Buncis, ubi merah, kabocha, terong, jamur.
Bahan pelapis :
100 gr terigu
1 butir telor
120 cc air es
Sedikit garam (optional)
Minyak untuk menggoreng
Cara membuat :
1. Bersihkan sayuran. Kabocha, ubi dan terong diiris tipis.
2. Buat pelapis : campur semua bahan, aduk hingga rata seperti membuat tepung pelapis pisang goreng.
3. Celupkan masing-masing sayuran dengan bahan pelapis, lalu goreng di dalam minyak panas sampai matang. Sebaiknya gunakan minyak jagung atau biji bunga matahari supaya tepung pelapisnya benar-benar garing/crispy.
Kabocha Pudding
Japanese pumpkin, kabocha i's one of vegetables which available all year round. Unlike Indonesia's pumpkin (Labu), kabocha has deep green skin. It has naturally sweet flavor. So, I've used it for dessert. Fresh and yummy.....
Ingredients :
200 gr kabocha
1 sachet of kanten powder (agar)
250 ml fresh milk (or coconuts milk)
100 ml water
50 gr kurosato (palm sugar)
30 gr sugar
1/4 teaspoon of salt
Directions :
Pell kabocha and cut into small pieces. Steam kabocha until softened and then crush until creamy.
In a pan, melt kurosato and water.
Put creamy kabocha in a pan. Add fresh milk, sugar, salt and kanten powder.
Cook and stirring constantly until mixture comes to a boil.
Pour into pudding molds or individuals dishes and let it cool.
Semur Daging
Supaya bisa kriuk-kriuk, setelah kentang diiris tipis (saya pake slicer) direndam air yang dicampur 1 sdm baking soda sebagai pengganti kapur sirih. Ga nemu kapur sirih di Jepang soalnya. Diamkan selama kurang lebih 30 menit, lalu ditiriskan dan digoreng. Hmm...kriuk-kriuk yummy....
Tempe Made in My Kitchen
Makanan kampung sering bikin kangen. Salah satunya yang bikin kangen ya tempe. Walaupun di supermarket tersedia tempe made in Japan tapi cita rasanya berbeda dengan tempe made in Indonesia. Kalo kekangenan akan tempe tidak tertahan lagi, biasanya frozen tempe yang dijual teman-teman Indonesia (yang tinggal bukan di Tsukuba) jadi pelepas kangen. Untuk 1 bungkus tempe (kira-kira berat 150 gram) kami harus merogoh kocek ¥350 (hampir setara dengan Rp. 24.000). Mahal ya... kalo dibandingin sama tempe di Indonesia!! Trus karena sudah dibekuin rasanya juga jadi beda.
Baru-baru ini saya dikasih ragi tempe (Indonesia) dari seorang teman dan dikasih tau juga trik-trik sukses membuat tempe di negara 4 musim begini. Ber-eksperimen-lah saya dengan kedele dan ragi itu. Untuk percobaan pertama, saya cuma bikin 1/2 kg kedele. Waktu jaman kuliah pernah siih praktikum bikin tempe di lab mikrobiologi tapi waktu itu ga berhasil. Yang tumbuh bukan hanya jamur tempe tapi juga mikrobia lainnya yang berkompetisi dengan jamur tempe. Akhirnya kedele jadi busuk. Tapi eksperimen yang ini alhamdulillah berhasil!! Senang banget deh bisa bikin tempe sendiri. Matsune san dan Ishikawa san, makasih ragi dan metode-nya ya..... Dan ternyata cita rasa tempe segar benar-benar beda dengan frozen tempe. Walaupun cuma tempe goreng yang dimakan pake sambal terasi dan lalapan ala kadarnya betul-betul ngobatin kangen deh. Oishikatta!!!
Favorite Food : Batagor
Mbak Fitta yang suka belajar di dapur ngasih homework tentang makanan favorit. Dikasih taunya udah sejak jaman kapan, dan baru dikerjain sekarang. Gomen ne.... Maaf ya mbak Fit, baru sempat posting sekarang.
Kalo ngomongin makanan Indonesia, banyak banget deh yang bisa aku masukkin ke dalam list favorite foods. Mulai dari menu makanan di resto Padang sampe makanan warung koboi murah meriah yang sering didatangin waktu jaman jadi anak kost di Jogjakarta yang berhati nyaman. Dari yang berbahan seafood sampe daging. Apalagi makanan yang dimasak oleh tangan mama-ku, tiada dua-nya deh. Diantara sekian banyak itu, sebenarnya aku paling suka makanan hasil olahan berbahan ikan. Seperti mpek-mpek, tekwan, siomay dan batagor. Kali ini aku pilih "batagor" buat di-posting di sini. Kalo pas ke Bandung, aku selalu nyempatin mampir ke warung batagor yang terkenal di sana.
Berikut ini resep batagor ala Shinta
Bahan :
350 gr daging ikan tenggiri
3 siung bawang putih dihaluskan
8-10 sdm tepung kanji (aku pake katakuriko)
1 butir putih telur
1 sdm minyak wijen (optional)
3 sdm air es/es batu
garam secukupnya
2 batang daun bawang, diiris (optional)
2 pak tahu putih/goreng, dipotong dgn ukuran sesuai selera
Sambal Kacang :
50 gr kacang tanah, digoreng lalu dihaluskan
2 buah cabe rawit dihaluskan
1 buah cabe merah dihaluskan (kalo suka pedas bisa ditambah)
4 siung bawang putih + 1/2 sdt terasi dihaluskan
3 biji asam
600 ml air
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya
Pelengkap :
Bawang goreng
Jeruk limau
Kecap manis
Cara membuat :
1. Masukkan semua bahan kecuali tepung kanji, irisan daun bawang dan tahu ke dalam food processor (blender juga bisa), proses hingga semua bahan halus dan tercampur rata.
2.Tambahkan daun bawang dan 8 sdm tepung kanji, proses lagi sampai adonan rata. Bila adonan masih terlalu lembek, tambahkan tepung kanji sedikit demi sedikit.
3. Ambil 1 potongan tahu, tutupi dengan adonan ikan pada permukaan atas dan bawahnya lalu padatkan. Bagian samping biarkan terbuka (biar keliatan ada tahu-nya.... hehehe). Lakukan terus sampai potongan tahu habis. Adonan ikan kalo bersisa dikepal-kepal jadi siomay.
4. Siapakan kukusan. Kukus batagor dan siomay tersebut selama kurang lebih 30 menit.
5. Buat sambal kacang. Tumis bumbu halus sampai wangi lalu masukkan kacang tanah yang telah dihaluskan, gula, garam dan air. Aduk-aduk supaya rata dan tambahkan asam. Masak sambal kacang hingga mendidih.
6. Goreng batagor dalam minyak panas sampai permukaannya cukup kering. Kemudian sajikan dengan sambal kacang dan pelengkapnya.
Berikutnya aku teruskan ke mbak Retni http://www.retnipra.blogspot.com
Kalo sempat, dikerjain ya mbak.......
Kalo ngomongin makanan Indonesia, banyak banget deh yang bisa aku masukkin ke dalam list favorite foods. Mulai dari menu makanan di resto Padang sampe makanan warung koboi murah meriah yang sering didatangin waktu jaman jadi anak kost di Jogjakarta yang berhati nyaman. Dari yang berbahan seafood sampe daging. Apalagi makanan yang dimasak oleh tangan mama-ku, tiada dua-nya deh. Diantara sekian banyak itu, sebenarnya aku paling suka makanan hasil olahan berbahan ikan. Seperti mpek-mpek, tekwan, siomay dan batagor. Kali ini aku pilih "batagor" buat di-posting di sini. Kalo pas ke Bandung, aku selalu nyempatin mampir ke warung batagor yang terkenal di sana.
Berikut ini resep batagor ala Shinta
350 gr daging ikan tenggiri
3 siung bawang putih dihaluskan
8-10 sdm tepung kanji (aku pake katakuriko)
1 butir putih telur
1 sdm minyak wijen (optional)
3 sdm air es/es batu
garam secukupnya
2 batang daun bawang, diiris (optional)
2 pak tahu putih/goreng, dipotong dgn ukuran sesuai selera
Sambal Kacang :
50 gr kacang tanah, digoreng lalu dihaluskan
2 buah cabe rawit dihaluskan
1 buah cabe merah dihaluskan (kalo suka pedas bisa ditambah)
4 siung bawang putih + 1/2 sdt terasi dihaluskan
3 biji asam
600 ml air
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya
Pelengkap :
Bawang goreng
Jeruk limau
Kecap manis
Cara membuat :
1. Masukkan semua bahan kecuali tepung kanji, irisan daun bawang dan tahu ke dalam food processor (blender juga bisa), proses hingga semua bahan halus dan tercampur rata.
2.Tambahkan daun bawang dan 8 sdm tepung kanji, proses lagi sampai adonan rata. Bila adonan masih terlalu lembek, tambahkan tepung kanji sedikit demi sedikit.
3. Ambil 1 potongan tahu, tutupi dengan adonan ikan pada permukaan atas dan bawahnya lalu padatkan. Bagian samping biarkan terbuka (biar keliatan ada tahu-nya.... hehehe). Lakukan terus sampai potongan tahu habis. Adonan ikan kalo bersisa dikepal-kepal jadi siomay.
4. Siapakan kukusan. Kukus batagor dan siomay tersebut selama kurang lebih 30 menit.
5. Buat sambal kacang. Tumis bumbu halus sampai wangi lalu masukkan kacang tanah yang telah dihaluskan, gula, garam dan air. Aduk-aduk supaya rata dan tambahkan asam. Masak sambal kacang hingga mendidih.
6. Goreng batagor dalam minyak panas sampai permukaannya cukup kering. Kemudian sajikan dengan sambal kacang dan pelengkapnya.
Berikutnya aku teruskan ke mbak Retni http://www.retnipra.blogspot.com
Kalo sempat, dikerjain ya mbak.......

