Showing posts with label Behind the kitchen. Show all posts
Showing posts with label Behind the kitchen. Show all posts

Apa Ciri Telur yang Segar?

Bulan lalu saya mengikuti presentasi tentang memilih hasil ternak yang baik. Waktu itu dijelaskan tentang bagaimana memilih daging (sapi, kambing dan ayam), telur (ayam)dan susu (sapi dan kambing). Sayang sekali saat itu saya tidak mencatat banyak, tapi saya lebih tertarik pada penjelasan tentang telur. Sehingga kali ini saya akan berbagi info tentang memilih telur (ayam) yang baik.

Untuk membuat kue atau cake, telur seringkali menjadi faktor penting dalam mendapatkan hasil yang baik. Kesegaran telur yang digunakan akan mempengaruhi hasil kuenya. Terlihat dari  proses pengocokan telur. Bila telur kurang segar, kocokan lambat naik ataupun malah bisa tidak mengembang seperti yang diinginkan. Namun banyak orang yang belum bisa membedakan mana telur yang segar dan mana yang sudah lama.

Telur yang segar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Terasa berat saat dipegang.
  2. Kulit atau cangkangnya mulus, tidak terasa kasar.
  3. Saat dikeluarkan dari kulitnya, permukaan kuning telur membulat dan tidak mudah buyar atau bercampur dengan bagian putihnya.

Warna kuning telur, tidak berpengaruh terhadap kesegaran. Tingkat warna yang berbeda dipengaruhi oleh jenis pakan yang diberikan.

Untuk mempertahankan kesegaran telur, kita perlu memperhatikan cara penyimpanannya. Sebelum disimpan di dalam kulkas, cuci dan bersihkan dulu dari kotoran yang menempel pada kulitnya. Setelah itu letakkan pada rak telur yang ada di dalam kulkas dengan ujung yang lebih lancip berada di bawah. Janganlah membiasakan membeli telur retak karena rentan terkontaminasi bakteri/kuman.

Selamat memilih telur. Dan semoga bermanfaat :)

Hargailah Hasil (Foto) Masakan Saya

Saya sering membaca ataupun mendengar keluhan sesama foodie blogger tentang 'pencurian' foto masakan mereka. Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, foto-foto tersebut digunakan untuk kepentingan bisnis (menghsilkan keuntungan). Ada yang dipakai sebagai gambar pada buku resep masakan, kemudian bukunya beredar di toko-toko buku. Ada pula yang memakainya untuk tampilan gambar pada menu restoran ataupun selebaran (flyer) produk dagangan.

Saat melihat foto yang 'dicuri' tersebut, saya tidak merasa heran bila ada yang menginginkannya karena foto-foto itu sangat bagus. Foto makanan yang artistik dan dipotret dengan teknik fotografi yang baik. Berbeda dengan foto hasil jepretan saya, yang dinilai beberapa orang cukup membuat ngiler tapi tidak artistik :D


Ternyata kasus 'pencurian' itu menimpa saya juga. Adalah foto kue widaran keju buatan saya, yang telah digunakan oleh Sukma Nirwana Wati untuk katalog kue lebaran online melalui akun kuliner Malang. Dengan alasan, kue yang dijualnya sama seperti foto di atas. Akun facebook ini sudah tidak bisa diakses. Dan untungnya ada teman yang baik hati (terima kasih mba Cincha Sheehan), telah mengingatkan pemilik toko kue online itu tentang kekhilafannya menggunakan foto saya tanpa ijin. Kabar terakhir yang saya terima, foto kue widaran keju tersebut sudah dihapus.

Bagi pebisnis kuliner/kue kering, alangkah baiknya bila anda menggunakan foto produk sendiri untuk promosi dagangan anda. Menggunakan foto hasil karya orang lain (apalagi tanpa ijin), sama saja menipu calon pembeli. Kemudahan promosi online, tidak berarti bebas menggunakan foto hasil karya orang lain untuk kepentingan bisnis anda.

Mari saling menghargai hasil karya orang lain. Termasuk foto makanan karya foodie blogger.

Menu Berbuka Puasa & Sahur

Sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun lalu, saya pernah posting menu untuk berbuka dan sahur. Tahun ini saya juga membuat hal yang sama. Lagi-lagi, menu ini disusun untuk 10 hari pertama puasa. Hari ke-11 tinggal mengacu menu hari pertama lagi, maksudnya bisa dengan bahan yang sama tapi berbeda bumbu. Misalnya hari ke-11 dengan menu sup daging plus sayuran, tempe/tahu bumbu Bali. Kelihatan kan persamaan dan perbedaannya dengan menu hari pertama?! Begitu pula hari-hari berikutnya.




Susunan menu puasa kali ini, hampir sama dengan yang tahun lalu. Hanya ada sebagian perubahan saja. Yang sama adalah menghindari santan. Karena suami saya belum bisa menikmati masakan bersantan, kecuali santan encer. Bagi yang suka menu bersantan, silahkan disesuaikan. Dan tentu saja, hampir semua menu tersebut posted di dapur ini. Sehingga bila ada yang belum tahu resepnya, silahkan 'search recipe' ya.... :)

Ada beberapa masakan yang bisa dicicil dari beberapa hari sebelumnya. Seperti empal gepuk bisa dibumbui 2 hari sebelumnya lalu simpan di kulkas, jadi tinggal digeprek dan digoreng sebelum disajikan. Rolade tahu biasanya tahan 2-3 hari di dalam kulkas asalkan masih terbungkus. Begitu pula dengan bacem yang sudah dibumbui, masukin kulkas dengan wadah tertutup rapat lalu digoreng saat mau disajikan. Dengan begitu, kita bisa menghemat waktu di dapur.

Semoga bermanfaat dan silahkan mengutak-atik menu bila dirasa kurang pas dengan selera.
Dan saat sahur, usahakanlah untuk mengurangi makanan yang berminyak agar tenggorokan tidak terlalu kering di waktu siang.
Dapur mungil mengucapkan, Selamat menunaikan shaum Ramadhan.

Note : klik pada gambar untuk lebih jelas.

Menu Berbuka & Sahur

Ada yang bingung saat menyiapkan menu untuk berbuka dan sahur? Don't worry, nih saya kasih bocoran biar ada bayangan menunya. Mau sama persis, boleh. Mau divariasikan, dikurangi ataupun ditambah, silahkan. Sesuaikan aja dengan selera ya.. :D Dan hindari mubadzir ya.. makanya saya ga bikin banyak macam masakan, bikin secukupnya aja.

Berikut ini susunan menu berbuka dan sahur dari dapur saya. Sebagian besar resepnya sudah pernah ditayangkan.Yang mau nyontek, silahkan masukin kata kunci ke "search recipe" ya... Menunya disusun untuk 10 hari, hari ke-11 tinggal ngikuti menu pertama aja atau dengan bahan dasar yang sama tapi diganti bumbunya. Misalnya ayam goreng diubah jadi ayam bakar. Bistik jawa bisa diubah jadi semur daging atau rawon. Pepes ikan bisa diganti ikan rica-rica ataupun balado. Just be creative!

Menu ini memang sengaja tidak memasukkan masakan yang memakai santan. Untuk takjil yg seharusnya memakai santan, saya ganti susu kental manis atau pake santan encer. Karena suami saya, sedang menghindari santan. Harap dimaklumi ya..

Terus khusus untuk menu sahur, sesuai request penikmat masakan saya, harus ada kuah-kuah / bening. Biar segar dan tidak membuat tenggorokan cepat kering saat berpuasa. Ok, here we go.


Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan.
Note : klik tabel untuk lebih jelas.

Rehat


Kayaknya udah lebih dari seminggu ga ada menu baru di dapur ini. Terima kasih buat yang sering mampir tapi mohon maaf, sementara ini dapur mungil belum bisa menghadirkan resep ataupun menu baru. Soalnya ada kesibukan yang lumayan banyak. Do'a-in aja ya smoga saya bisa secepatnya bisa update isi dapur ini. Trus buat yang pengen nyobain ataupun nyontek resep-resep yang sudah ada, silahkan aja ya... Peace.....!

-Foto di atas, bunga Sakura yang sempat diabadikan seminggu yang lalu-

Tombo Kangen


Jauh di mata dekat di hati. Begitu kali ya ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kerinduan pada keluarga tercinta yang jauuuuh diseberang lautan sana. Yang di sana sedang ngumpul di Jogja, saya dan suami terdampar di negeri sakura. Untungnya jaman udah canggih. Walaupun raga saya ga bisa ikutan ngumpul, tapi tetap hadir lewat edible image cake ;)

Thanks banget buat mbak Rhien "Dapur Kue" yang udah bersedia membantu saya. Sampe sempat nyasar sedikit waktu nyari delivery address. Moga-moga dengan pengalaman nyasar itu bisa lebih hapal daerah Sendowo ya mbak... ;)

Cake base sengaja saya pilih cheese cake soalnya ortu tidak terlalu suka coklat. Trus minta ditambahin buah jeruk dan stroberi biar lebih fresh. Kata mama saya, rasa cake-nya light, enak tapi ga bikin eneg. Pokoknya cocok deh sama selera keluarga saya.
Yang punya keluarga ataupun kenalan di sekitar Jogja, silahkan menghubungi Dapur Kue untuk order makanan. Ga cuma cake/tart, ada jajanan pasar dan tumpeng juga lho... Monggo buat yang perlu, saya udah nyoba lho dan hasilnya sangat memuaskan :)

Soft Bread (lagi) plus Cerita

Lagi demam roti niih....! Sama kayak mbak Rita aja, padahal kita ga janjian kan?! Masih pake resep soft bread, yang ini isinya pisang. Yummy.....Ini mau cerita tentang pasang surut hubungan saya dengan homemade roti. Pertama kali saya bikin, adonan roti ga ngembang. Kayaknya waktu itu nguleninya kurang lama dan bahan yang dibuat full satu resep. Maksain tetap dipanggang, hasilnya tetap keras.:-S Trus nyoba lagi, masih full satu resep. Diuleni lebih lama, baru keluar dari oven masih empuk tapiiii..... setelah 1 jam lebih dianggurin, rotinya keras! Capee deh...!#-o

Cuti dulu dari pe-ROTI-an. Belok arah, bikin pizza crust. Masih sodaranya roti kan?! Sama-sama pake ragi/yeast. Alhamdulillah, hasilnya ngembang dan empuk. Jangan tanya empuknya tahan berapa hari ya?! Karena kita termasuk pizza laper (=lover), jadi ga perlu nunggu berhari-hari langsung disikat habisss. Lagian biasanya bikin 1 atau 2 pan aja. Sejak itu jadi sering bikin pizza sendiri, =;say goodbye deh sama pizza crust yang ada di supermarket. Itu bikinnya manual lho....

Dari situ mulai mikir, kenapa bikin pizza berhasil sedangkan bikin roti gagal?:-/ Setelah tanya-tanya ke tetangga yang biasa bikin roti, juga baca-baca blog yang memuat tips dan trik membuat roti, akhirnya dapat pencerahan. Ada korelasi antara takaran bahan, durasi menguleni dan tenaga (kalo masih cara manual). Semakin banyak bahan, harus semakin lama diuleni dan semakin perlu banyak tenaga untuk mendapatkan hasil yang sukses.

Saya coba bikin dengan setengah resep (200-300 gr terigu). Horee....:D/ berhasil, yatta! Tenaga tangan saya rupanya baru cocok untuk bikin setengah resep roti. Tapi itu tidak berlaku kalo pake home bakery, asal sesuai dengan kapasitas dan ngikutin pentunjuk dengan benar dijamin sukses deh. Ssstt, lagi ngerayu suami minta dibeliin home bakery nih. Do'a-in rayuannya sukses yak ?! Hihihi....;)

Ternyata, membuat roti itu mengasyikkan juga. Senang banget deh rasanya ketika ngeliat adonan roti yang mengembang, trus pas dipanggang tambah ngembang lagi. Tenaga yang keluar sewaktu nguleni adonan plus sedikit membanting-banting lalu membentuk roti, rasanya langsung hilang. Ayooo... tetap semangat bikin roti ya....:x
 
Copyright © 2013. 1000 Aneka Resep Masak